Berkaryalah Demi Melampaui Keterbatasan

Berkaryalah Demi Melampaui Keterbatasan

Berkaryalah Demi Melampaui Keterbatasan – Menuju tak terbatas dan melampauinya. Pernah dengar istilah tersebut? Kalau kamu penggemar Toy Story tentu sudah tidak asing. Karena itu adalah ungkapan yang sering diucap oleh salah satu karakter utamanya. Buzz Lightyear. Meski film animasi, banyak pelajaran yang dapat diambil dari ungkapan sepanjang satu kalimat itu.

Memang ungkapan ditujukkan untuk penjelajahan angkasa karena luar angkasa begitu luas dan seolah tak terbatas. Oleh karena itu, umat manusia selalu bermimpi untuk pergi ke sana, untuk menuju ruang tak terbatas itu dan bahkan kalau bisa melampauinya. Untuk mendatangkan penemuan-penemuan terbaru yang bermanfaat bagi umat manusia.

Istilah itu sebenarnya juga bisa diterapkan di kehidupanmu, tak peduli apa pun profesimu, seorang antariksawan atau bukan. Kamu harus bisa melampauinya keterbatasanmu. Karena sejatinya aku, kamu, dan kita semua memiliki keterbatasan yang sama. Keterbatasan itu bernama ruang dan waktu.

Kamu tidak mungkin hadir di dua tempat bersamaan,kecuali kamu memiliki teknik DATA SYDNEY seribu bayangan Naruto. Kamu juga tidak mungkin hidup abadi, kamu bukanlah seorang Highlander. Kamu memiliki batas yang disebut dengan waktu. Waktumu begitu terbatas. Meski demikian, waktu yang terbatas itulah yang menentukan siapa kamu.

Kamu bisa menembus semua keterbatasan itu dengan satu ha, yaknikarya. Jika kamu berkarya, ada kemungkinan besar dirimu akan menembus ruang dan waktu. Tidak peduli kamu ada di rumah, tetapi orang bisa menikmati karyamu dari tempat lain. Apalagi, dengan adanya arus informasi tanpa batas ini. Apabila informasi sudah tanpa batas, maka karya pun demikian. Semua orang berpotensi untuk melesat jauh, bahkan lebih jauh dari batas usia nya.

Berkaryalah Demi Melampaui Keterbatasan

Berkaryalah Demi Melampaui Keterbatasan

Berkarya tidak harus langsung menghasilkan mahakarya yang akan selalu menjadi perbincangan banyak orang. Berkarya bisa dimulai dari satu hal yang sederhana, sebuah tulisan, sebait puisi, satu buah gambar diri, atau animasi sederhana. Banyak pilihan yang bisa kamu buat. Selalu ada langkah pertama untuk memulai.

Sebuah buku best-seller selalu dimulai dari halaman pertama. Sebuah lukisan yang bisa terjual milyaran rupiah dimulai dari satu goresan tinta minyak. Sebuah animasi yang ditonton jutaan orang selalu dimulai dari sesederhana membuat ide karakter Data Hongkong dan jalan cerita. Selalu ada awal untuk setiap mahakarya.

Jangan pernah berkecil hati jika kamu masih belum bisa menunjukkan apa-apa. Jangan membandingkan progres satu bulan dirimu dengan mereka yang sudah memulainya 10 tahun yang lalu. Jangan takut untuk keluar dan berkarya.

Dengan berkarya itulah maka kamu akan bisa menembus batasan waktu hidupmu. Dengan berkarya itu juga kamu akan tetap hidup.

 

Leave a Reply